Senin, 22 Juli 2019

PERTUMBUHAN EKONOMI



            Pertumbuhan ekonomi adalah perkembangan kegiatan dalam perekonomian yang menyebabkan barang dan jasa yang diproduksi dalam masyarakat bertambah dan kemakmuran meningkat. Terdapat 2 indikator yang digunakan untuk menghitung tingkat pertumbuhan ekonomi yaitu:

 1. Tingkat Pertumbuhan PDB (Produk Dosmetik Bruto).
 2. Tingkat Pertumbuhan PNB (Produk Nasional Bruto).

Adapun kebijakan – kebijakan yang diperlukan guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi adalah sebagai berikut :

1. Pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA)
            Sumber daya alam disuatu negara sangatlah penting untuk dapat dikelola dengan baik dan benar agar dapat menghasilkan suatu keuntungan untuk negara tersebut dan kemakmuran bagi masyarakatnya. Untuk dapat mewujudkan hal tersebut maka sangat diperlukan kebijakan serta manajemen yang baik agar Sumber Daya Alam (SDA) dapat dikelola dengan maksimal tanpa melakukan ekploitasi secara berlebihan. 

2. Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM)
            Sumber daya manusia juga berperan penting dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi disuatu negara.Untuk dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi, diperlukan sumber daya manusia yang kompeten dan handal. Agar dapat meuwujudkan sumber daya manusia yang kompeten dan handal maka diperlukan kebijakan pemerintah dalam membangun balai pelatihan kerja. Hal tersebut dilakukan untuk membentuk sumber daya manusia yang kompeten, handal, serta mempunyai skill untuk dapat mengelola sumber daya alam secara baik dan benar. 

3. Memanfaatkan Kemajuan IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi)
            Tingkat pengetahuan dan teknologi yang dimiliki suatu negara berperan besar dalam pertumbuhan ekonomi. Hal tersebut dapat terjadi karena di zaman yang serba canggih seperti sekarang. Alat dan teknologi dalam pembuatan suatu produk semakin dimudahkan oleh kemjuan IPTEK. Suatu negara diharapkan dapat membuat inovasi dalam menciptakan produknya dari sumber daya yang efisien untuk dapat menciptakan keuntungan yang dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi disuatu negara.

            Adapun contoh sektornya adalah sektor pertanian, agar pertanian diIndonesia dapat menghasilkan padi yang unggul maka diperlukan campur tangan dari pemerintah dalam pemberian subsidi bagi para petani Di Indonesia seperti pemberian bibit unggul dan penggunaan mesin berteknologi canggih untuk membajak sawah. Hal tersebut secara tidak langsung dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Indonesia serta meningkatkan kemakmuran rakyat.













Referensi :

Rabu, 17 Juli 2019

PEREKONOMIAN JAWA BARAT




Jawa Barat
           Jawa Barat adalah sebuah provinsi di Indonesia. Ibu kotanya berada di Kota Bandung. Perkembangan Sejarah menunjukkan bahwa Provinsi Jawa Barat merupakan Provinsi yang pertama dibentuk di wilayah Indonesia. Provinsi Jawa Barat dibentuk berdasarkan UU No.11 Tahun 1950, tentang Pembentukan Provinsi Jawa Barat. Jawa Barat merupakan provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia. Bagian barat laut provinsi Jawa Barat berbatasan langsung dengan Daerah Khusus Ibukota Jakarta, ibu kota negara Indonesia. Pada tahun 2000, Provinsi Jawa Barat dimekarkan dengan berdirinya Provinsi Banten, yang berada di bagian barat.
 
  • Kependudukan 

          Berdasarkan proyeksi jumlah penduduk Indonesia 2015-2045 penduduk di Pulau Jawa pada 2019 mencapai 150,4 juta jiwa. Jumlah tersebut setara dengan separuh penduduk Indonesia yang mencapai 266,91 juta jiwa. Adapun jumlah penduduk laki-laki lebih banyak dari perempuan, yakni masing-masing 75,23 juta jiwa dan 75,17 juta jiwa. Adapun provinsi di Jawa yang memiliki penduduk terbanyak adalah Jawa Barat, yakni mencapai 49 juta jiwa.


  • Sistem Perekonomian 

          Kinerja ekonomi Jawa Barat pada triwulan I 2019 yang tumbuh sebesar 5,43%  mengalami perlambatan dibandingkan triwulan IV 2018 sebesar 5,50%. Melambatnya konsumsi pemerintah sesuai pola seasonalnya serta melambatnya ekspor luar negeri seiring dengan perlambatan volume perdagangan dunia dan perekonomian negara mitra dagang utama menjadi faktor utama pendorong perlambatan. Namun, perlambatan ini tertahan oleh permintaan domestik yang masih tetap kuat terutama pada konsumsi rumah tangga yang didorong oleh peningkatan pendapatan masyarakat. Sementara itu dari sisi lapangan usaha, kinerja LU pertanian yang menurun seiring pergeseran masa panen padi ke awal triwulan II 2019 serta LU administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib seiring melambatnya konsumsi pemerintah menjadi komponen yang mendorong perlambatan secara keseluruhan.
          Melambatnya kinerja ekonomi Jawa Barat tercermin dari melambatnya transaksi melalui infrastruktur sistem pembayaran ritel dan nilai besar (gabungan). Total transaksi melalui Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia dan RTGS pada triwulan I 2019 tumbuh -6,68% (yoy), melambat dibandingkan triwulan IV 2018 yang tumbuh -5,27%. Melambatnya keseluruhan transaksi non tunai tersebut diperkirakan sejalan dengan tertahannya aktivitas ekonomi di awal tahun, khususnya pada konsumsi Pemerintah dan ekspor luar negeri. 
           Inflasi IHK Jawa Barat pada triwulan I 2019 tercatat sebesar 2,42% (yoy), sejalan dengan sasaran inflasi nasional tahun 2019. Realisasi ini tercatat lebih rendah dibandingkan dengan triwulan I 2018 yang sebesar 3,91% (yoy) dan realisasi triwulan IV 2018 yang sebesar 3,54% (yoy). Terkendalinya inflasi pada triwulan I 2019 didorong oleh relatif stabilnya inflasi pada kelompok Bahan Makanan, terutama subkelompok Bumbu-Bumbuan dikarenakan berlangsungnya masa panen raya bawang merah pada bulan Februari 2019. Secara spasial, terdapat beberapa kota yang perlu perhatian lebih lanjut karena inflasinya di atas Jawa Barat yang berarti di atas level inflasi nasional, yaitu Kota Bekasi, Kota Bogor dan Kota Bandung.


  • Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan 


Di tengah melambatnya laju pertumbuhan ekonomi Jawa Barat pada triwulan I 2019, kondisi ketenagakerjaan di Jawa Barat kembali mengalami perbaikan. Hal ini tercermin dari Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Jawa Barat yang menurun dari 8,16% pada Februari 2018 menjadi 7,73% pada Februari 2019 dan tercatat sebagai TPT terendah sejak tahun 2011.   Perbaikan ini dilatarbelakang oleh peningkatan Tingkat Pertisipasi Angakatan Kerja (TPAK) dari 63,82% pada Februari 2018 menjadi 65,70% pada Februari 2019, di mana peningkatan terjadi baik pada TPAK laki – laki maupun perempuan.
Membaiknya kualitas ketenagakerjaan di Jawa Barat juga ditandai dengan meningkatnya persentase tenaga kerja berpendidikan menengah dan tinggi ditengah menurunnya persentase tenaga kerja berpendidikan rendah. Di sisi lain pangsa tenaga kerja informal meningkat dan pangsa tenaga kerja formal menurun. Hal ini sejalan dengan dengan pertumbuhan ekonomi di Jawa Barat yang walaupun secara umum melambat pada triwulan I 2019, namun beberapa sektor yang masih meningkat terdiri dari perdagangan besar dan enceran serta transportasi dan pergudangan yang umumnya yang juga menyerap tenaga kerja informal.
Sementara itu, kondisi kesejahteraan masyarakat Jawa barat juga diperkirakan masih cukup baik yang ditopang oleh pertumbuhan ekonomi yang masih tetap tinggi meskipun melambat. Data rilis BPS Provisnsi Jawa Barat menunjukan bahwa tingkat kemisikinan Jawa Barat pada September 2018 sebesar 7,25%. Angka tersebut menurun dibandingkan periode sebelumnya (7,38%). Pertumbuhan ekonomi Jawa Barat yang masih tetap tinggi meskipun melambat diharapkan dapat menjaga persentase penduduk miskin di Jawa Barat tidak meningkat.






Referensi :
  1. http://jawabarat-jb.blogspot.com/  (diakses pada Selasa, 16 Juli 2019). 
  2. https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2019/05/14/berapa-jumlah-penduduk-di-pulau-jawa-2019 (diakses pada Selasa, 16 Juli 2019).

Sabtu, 15 Desember 2018

PERDAGANGAN INTERNASIONAL

PERANG DAGANG INTERNASIONAL





Perang Dagang Antara Amerika Serikat Dan China

Perang dagang dikatakan telah resmi meletus, hal ini ditandai oleh Amerika Serikat (AS) dan China telah melancarkan serangan demi serangan dalam perang dagang besar-besaran antara dua kekuatan ekonomi terbesar dunia. Awal mula perang ini meletus ketika pemerintahan Trump memberlakukan tarif memberatkan atas berbagai komoditi asal China senilai $34 miliar, termasuk televisi layar datar, suku cadang pesawat, dan peralatan medis. Barang-barang yang ditandai untuk dikenakan tarif sekarang akan menghadapi pajak perbatasan 25% yang sangat memberatkan ketika diimpor ke Amerika Serikat.
Upaya ini dilakukan untuk menghukum China dengan membuat harga produk China lebih mahal bagi konsumen di Amerika Serikat. Jika produk China tiba-tiba menjadi lebih mahal, mereka akan membeli produk yang sama dari tempat lain, dan bisnis China akan kehilangan keuntungan. China segera menuduh AS memulai perang dagang tersebut dan menanggapi dengan memberlakukan tarif 25% pada barang-barang AS senilai $34 miliar, termasuk kedelai, mobil, dan lobster.
Pemerintahan Trump mulai memberlakukan tarif ini setelah menyelesaikan penyelidikan atas beberapa praktik perdagangan China yang paling kontroversial. Hambatan perdagangan baru Amerika Serikat dirancang untuk menghukum China karena melakukan hal-hal seperti memaksa bisnis asing untuk menyerahkan teknologi mereka yang paling berharga kepada perusahaan China, banyak diantaranya milik negara sebagai ganti untuk dibukanya akses ke pasar China. Amerika Serikat diperkirakan akan mengenakan pajak perbatasan atas tambahan barang China senilai $16 miliar dalam dua minggu.
Trump mengatakan bahwa, tergantung pada bagaimana China menanggapi tarifnya, dia mempertimbangkan untuk kembali menyerang komoditi China dengan tarif senilai $500 miliar. Saling serang tarif terhadap komoditi Amerika Serikat dan China satu sama lain dirancang untuk saling membebani. Amerika Serikat menargetkan barang-barang berteknologi tinggi China untuk memberikan tekanan ekonomi pada program “Made in China 2025”  guna untuk mengubah China menjadi kekuatan manufaktur terbesar dunia.
China dengan sengaja menargetkan ekspor pertanian Amerika Serikat seperti kedelai yang berasal dari negara-negara di jantung negara Trump, di mana baik presiden maupun partainya tidak ingin melihat ketidakstabilan ekonomi atau kehilangan pekerjaan tepat sebelum pemilihan paruh waktu 2018. Kedua negara juga saling ancam untuk membawa masalah ini ke Organisasi Perdagangan Dunia/World Trade Organization. Perang dagang yang diakibatkan kebijakan ekonomi kedua negara tersebut dapat berimplikasi pada perekonomian global, termasuk Indonesia.


Dampak Positif Bagi Indonesia Atas Perang Dagang Antara Amerika Serikat dan China

Menurut penulis dampak yang ditimbulkan yaitu diantaranya memacu negara Indonesia untuk dapat meningkatkan keahlian/skill sumber daya manusia melalui pelatihan – pelatihan (skill training), meningkatkan kualitas produk dalam negeri agar mampu bersaing di dunia luar, sehingga dapat menambah devisa negara, serta dapat pula belajar dari negara maju seperti Amerika Serikat dan China dalam menguasai pangsa pasar dalam Perdagangan Internasional.


Dampak Negatif  Bagi Indonesia Atas Perang Dagang Antara Amerika Serikat dan China

Menurut penulis dampak yang ditimbulkan yaitu produk dari Indonesia kalah bersaing dengan produk – produk dari Amerika serikat dan China. Warga Indonesia lebih memilih untuk membeli produk dari Amerika Serikat dan China ketimbang dari produk Indonesia sendiri karena harga yang terjangkau dan kualitasnya yang lebih terpercaya.


Solusi Dari Dampak Negatif Yang Timbul Bagi Indonesia

Menurut pendapat saya sebagai penulis, bahwa bangsa Indonesia memiliki kelemahan yaitu memiliki banyak Sumber Daya Alam tetapi tidak diimbangi dengan Sumber Daya Manusianya. Jadi saran saya adalah bangsa Indonesia harus dapat memperbaiki Sumber Daya Manusia, melalui beberapa cara salah satunya yaitu memberikan pelatihan/skill untuk dapat mengolah Sumber Daya Alam yang ada agar mampu menciptakan suatu produk yang dapat bersaing dengan produk dari luar seperti Amerika Serikat dan China.



Demikianlah penjelasan mengenai Perang Dagang yang terjadi antara Amerika Serikat dan China. Penulis berharap bahwa China dan Amerika Serikat dapat menularkan ilmunya tentang berdagang di dunia Internasional kepada Indonesia agar kelak Indonesia dapat berkembang dan disegani oleh negara - negara lain, baik dari negara maju maupun negara berkembang.





Referensi :
2.    http://berkas.dpr.go.id/puslit/files/info_singkat/Info%20Singkat-X-7-I-P3DI-April-2018-179.pdf ( di akses kamis, 13 Desember 2018 Pukul 20.00 WIB ).


Jumat, 07 Desember 2018

RASIO KEUANGAN


RASIO – RASIO KEUANGAN







Rasio Keuangan
 Rasio Keuangan adalah suatu informasi yang menggambarkan hubungan antara berbagai macam akun dari laporan keuangan yang mencerminkan keadaan keuangan serta hasil operasional perusahaan.

Manfaat Analisis Rasio Keuangan
1.      Membantu menganalisis tren kinerja sebuah perusahaan.
2.    Membantu para stakeholder untuk membandingkan hasil keuangan suatu perusahaan dengan pesaingnya.
3.      Membantu Manajemen, kreditur dan investor untuk mengambil keputusan.
4. Dapat menunjukan letak permasalahan keuangan perusahaan serta kekuatan dan kelemahannya.


Jenis – Jenis Rasio keuangan 

    Rasio Keuangan terbagi menjadi 3 bagian, yaitu sebagai berikut :

1.   Earning Ratio

Earning ratio adalah rasio yang menyatakan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan suatu keuntungan dari sebuah penjualan saham – saham.

Yang kemudian terbagi lagi menjadi 6 bagian yaitu :

v  DPS (Deviden Per Share), adalah rasio yang mengukur seberapa besar dividen yang dibagikan dibandingkan dengan jumlah saham yang beredar  pada tahun tertentu. Adapun rumus dari DPS yaitu sebagai berikut : 



v  EPS (Earning Per Share), adalah rasio yang mengukur seberapa besar laba bersih yang dibandingkan dengan jumlah saham yang beredar pada tahun tertentu. Adapun rumus dari EPS yaitu sebagai berikut :





v  BVPS (Book Value Per Share), adalah jumlah rupiah yang menjadi milik tiap-tiap lembar saham dalam modal perusahaan. Nilai buku ini adalah jumlah yang akan dibayarkan kepada para pemegang saham pada waktu pembubaran (likuidasi) perusahaan bila aktiva dapat dijual sebesar nilai bukunya. Adapun rumus dari BVPS yaitu sebagai berikut :



v  CFPS (Cash Flow Per Share), adalah rasio yang mengukur seberapa besar Arus kas operasi dibandingkan dengan jumlah saham yang beredar pada tahun tertentu. Adapun rurmus dari BVPS yaitu sebagai berikut :



v  CEPS (Cash Equivalent Per Share), adalah investasi sekuritas yang untuk investasi jangka pendek, dan mereka memiliki kualitas kredit yang sangat tinggi serta likuid. Adapun rumus dari CEPS yaitu sebagai berikut :



v  NAVPS (Net Asset Value Per Share), adalah adalah ekspresi untuk nilai aset bersih yang mewakili nilai per saham dari reksadana, dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) atau dana tertutup. Adapun rumus dari NAVS yaitu sebagai berikut :




2.   Valuation Ratio

Valuation ratio adalah rasio yang memberikan ukuran kemampuan manajemen menciptakan nilai pasar usahanya diatas biaya investasinya. 

Yang kemudian terbagi lagi menjadi 3  bagian yaitu :

v  PER (Price to Earning Ratio), adalah rasio yang membandingkanantara harga pasar per lembar saham biasa yang beredar dengan laba per lembar saham. Adapun rumus dari PER yaitu sebagai berikut :



v  PBVR (Price Book Value Ratio), adalah rasio valuasi investasi yang sering digunakan oleh investor untuk membandingkan nilai pasar saham perusahaan dengan nilai bukunya.  Rasio PBVR ini menunjukan berapa banyak pemegang saham yang membiayai aset bersih perusahaan. Adapun rumus dari PBVR yaitu sebagai berikut :



v  PCFR (Price Cash Flow Ratio), adalah rasio yang mengukur seberapa besar harga saham di bandingkan dengan arus kas per saham. Adapun rumus dari PCFR yaitu sebagai berikut :



3.   Profitability Ratio

Profitability ratio merupakan rasio untuk mengukur sebesar apakah laba yang dihasilkan dari perusahaan jika dibandingkan dengan penjualannya, baik itu dari laba usaha, laba bersih, atau pun laba kotor. 

Yang kemudian terbagi lagi menjadi 5 bagian yaitu :

v  OPM (Operating Profit Margin), adalah rasio yang mengukur tingkat margin laba operasi perusahaan berdasarkan perbandingannya dengan pendapatan atau penjualan bersih yang dihasilkan. Operating Profit Margin berfungsi untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan dan mengukur persentase dari profit yang diperoleh perusahaan dari tiap penjualan sebelum dikurangi dengan biaya variabel produksi seperti upah, bahan baku, biaya bunga, pajak dll. Adapun rumus dari OPM yaitu sebagai berikut :
v  NPM (Net Profit Margin), adalah rasio profitabilitas yang digunakan untuk mengukur persentase laba bersih pada suatu perusahaan terhadap penjualan bersihnya. Marjin Laba Bersih ini menunjukan proporsi penjualan yang tersisa setelah dikurangi semua biaya terkait. Net Profit Margin ini sering disebut juga dengan Profit Margin Ratio (Rasio Marjin Laba). Adapun rumus dari NPM yaitu sebagai berikut :


v  EBIT (Earning Before Taxing), adalah indikator profitabilitas perusahaan, dihitung sebagai pendapatan dikurangi biaya, tidak termasuk pajak dan bunga. EBIT digunakan untuk mengukur laba yang dihasilkan perusahaan dari operasinya, sehingga identik dengan “laba operasi”. Dengan mengabaikan biaya pajak dan bunga, EBIT berfokus pada kemampuan perusahaan untuk menghasilkan pendapatan dari operasi. Adapun rumus dari EBIT yaitu sebagai berikut :




v  ROA (Return On Asset), digunakan untuk mengukur efiktivitas perusahaan di dalam menghasilkan keuntungan dengan memanfaatkan aktiva yang dimilikinya. Adapun rumus dari ROA yaitu sebagai berikut :



v  ROE (Return On Equity), adalah salah satu cara untuk menghitung efisiensiperusahaan dengan cara membandingan antara laba yang tersedia bagi pemilik modalsendiri dengan jumlah modal sendiri yg menghasilkan laba tersebut. Adapun rumus dari ROE yaitu sebagai berikut :




4.   Liquidity Ratio

Liquidity ratio adalah rasio yang menyatakan kemampuan perusahaan jangka pendek untuk memenuhi obligasi(kewajiban) yang jatuh tempo.

v  DER (Debt to Equity Ratio), adalah rasio yang membandingkan jumlah hutang terhadap ekuitas. Rasio ini sering digunakan para analis dan para investor untuk melihat seberapa besar hutang perusahaan jika dibandingkan ekuitas yang dimiliki oleh perusahaan atau para pemegang saham. Semakin tinggi angka DER maka diasumsikan perusahaan memiliki resiko yang semakin tinggi terhadap likuiditas perusahaannya. Adapun rumus dari DER yaitu sebagai berikut :






Demikianlah pembahasan tentang Pengertian Rasio Keuangan, Manfaat Rasio Keuangan dan Jenis – Jenis Rasio Keuangan. Penulis berharap artikel di atas dapat membantu para pembaca dan juga dapat menambah wawasan pembaca tentang Rasio keuangan.








Referensi :
1.      https://ilmumanajemenindustri.com/pengertian-analisis-rasio-keuangan-jenis-rasio-keuangan/ (di akses kamis, 06 Desember 2018 Pukul 18.30 WIB)
2.      https://www.dictio.id/t/apa-yang-dimaksud-dengan-rasio-penilaian-atau-valuation-ratio/14225 (di akses kamis, 06 Desember 2018 Pukul 18.30 WIB)
3.      http://luqmanhakim0493.blogspot.com/2015/03/deviden-pay-out-ratio-dan-deviden-per.html (di akses kamis, 06 Desember 2018 Pukul 18.30 WIB)
6.      http://rivankurniawan.com/2018/08/06/price-to-cash-flow-ratio-dalam-valuasi-harga-saham/ (di akses kamis, 06 Desember 2018 Pukul 18.30 WIB)
8.      https://ilmumanajemenindustri.com/pengertian-pbv-price-book-value-rumus-pbv/ (di akses kamis, 06 Desember 2018 Pukul 18.30 WIB)
10.  https://analis.co.id/operating-profit-margin.html (di akses kamis, 06 Desember 2018 Pukul 18.30 WIB)
11.  http://ekonomibanget.blogspot.com/2015/11/definisi-operating-profit-margin.html (di akses kamis, 06 Desember 2018 Pukul 18.30 WIB)
13.  https://www.accelainfinia.com/glossary/ebit/ (di akses kamis, 06 Desember 2018 Pukul 18.30 WIB)
14.  http://tradingbyknowledge.blogspot.com/2013/07/debt-to-equity-ratio-der.html (di akses kamis, 06 Desember 2018 Pukul 18.30 WIB)
15. https://www.investopedia.com/terms/n/navpershare.asp (di akses kamis, 06 Desember 2018 Pukul 18.30 WIB)
16. https://xplaind.com/895092/certainty-equivalent-cash-flow (di akses kamis, 06 Desember 2018 Pukul 18.30 WIB)